Banyak orang bertanya-tanya: biaya umrah berapa sih sebenarnya?
Sering kali jawabannya hanya, “pokoknya mahal”, tanpa tahu detailnya dari mana.
Padahal kalau dibongkar satu per satu, biaya umrah sangat bisa dihitung dan diatur. Dengan perencanaan yang benar, umrah bukan hanya mimpi untuk “nanti kalau kaya”, tapi bisa jadi rencana nyata yang terukur.
Di artikel ini, kita akan membahas:
- Komponen utama biaya umrah
- Kenapa harga paket umrah bisa berbeda-beda
- Cara menghitung kebutuhan dana umrah pribadi
- Tips menyesuaikan budget tanpa mengorbankan kenyamanan ibadah
- Cara menabung biaya umrah secara realistis
Kenapa Penting Memahami Biaya Umrah?
Memahami biaya umrah bukan agar kita takut berangkat, tetapi justru supaya:
- Tidak gampang tertipu dengan paket “murah tapi tidak masuk akal”
- Bisa memilih paket yang sesuai kemampuan, bukan gengsi
- Bisa menyusun rencana tabungan yang jelas
- Bisa ngobrol dengan travel dengan bahasa yang sama (paham komponen biayanya)
Dengan mengerti dari mana biaya umroh itu muncul, insyaa Allah kita akan lebih tenang dalam mengambil keputusan.
Komponen Utama Biaya Umrah yang Wajib Diketahui
Sebelum menghitung, kita perlu paham dulu komponen biaya umrah. Hampir semua paket umrah yang resmi dan wajar akan terdiri dari beberapa bagian ini.
1. Tiket Pesawat Pulang–Pergi (PP)
Ini biasanya salah satu komponen terbesar.
Hal yang memengaruhi harga tiket:
- Maskapai: misalnya Saudia, Garuda, dan lainnya
- Bandara tujuan: Jeddah atau Madinah
- Musim:
- Ramadan, akhir tahun, dan libur panjang = cenderung lebih mahal
- Di luar musim ramai = biasanya lebih terjangkau
Semakin tinggi kelas dan semakin dekat dengan musim ramai, harga biaya umroh akan ikut naik.
2. Akomodasi / Hotel di Makkah dan Madinah
Hotel adalah faktor besar dalam perbedaan biaya paket umrah.
Yang memengaruhi:
- Jarak ke masjid:
- Dekat dengan Masjidil Haram / Masjid Nabawi → lebih mahal
- Sedikit lebih jauh → bisa lebih murah
- Kelas hotel:
- Bintang 3, 4, atau 5
- Lama menginap:
- Paket 9 hari, 10 hari, 12 hari, 15 hari, dan seterusnya
Prinsipnya sederhana:
Semakin dekat ke masjid dan semakin tinggi kelas hotel, biaya umrah akan semakin tinggi.
3. Transportasi Darat di Saudi
Termasuk:
- Bus dari bandara ke hotel
- Bus atau kereta cepat antar kota (Madinah – Makkah)
- Transportasi untuk city tour dan ziarah
Paket yang baik biasanya mencantumkan jenis transport yang digunakan dan bagaimana pengaturannya, terutama untuk jamaah lansia.
4. Visa Umrah dan Handling
Dalam biaya umrah, biasanya sudah termasuk:
- Biaya pengurusan visa umrah
- Biaya administrasi dan handling di bandara
- Kadang sudah termasuk asuransi perjalanan (tergantung aturan dan travel)
Pastikan bertanya ke travel: visa dan handling sudah termasuk atau belum.
5. Konsumsi (Makan dan Minum)
Hal yang perlu dicek:
- Berapa kali makan per hari? (2x atau 3x?)
- Apakah makan disediakan hotel (buffet) atau katering?
- Apakah selama di perjalanan antar kota juga sudah termasuk konsumsi?
Kadang paket umrah murah ternyata hanya memberikan makan 1x–2x, atau tidak penuh selama di sana. Ini perlu kamu perjelas di awal.
6. Layanan Pendampingan Ibadah
Komponen ini sering tidak terlihat di brosur, tapi sangat terasa saat di lapangan.
Biasanya mencakup:
- Muthowif (pembimbing ibadah) di Makkah dan Madinah
- Tour leader dari Indonesia yang mengawal rombongan sejak keberangkatan
- Tim lapangan yang membantu jamaah saat check-in hotel, bandara, dll.
Layanan pendamping yang baik akan sangat membantu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah, terutama untuk jamaah pemula, lansia, dan keluarga dengan anak kecil.
7. Biaya Lain-Lain yang Sering Terlewat
Beberapa hal ini perlu kamu tanyakan ke pihak travel:
- Apakah manasik umrah sebelum berangkat sudah termasuk?
- Apakah ada biaya tipping (tip untuk sopir, porter, dll.)?
- Biaya pengurusan paspor (biasanya terpisah)
- Kebijakan kelebihan bagasi
Saat melihat brosur, selalu tanyakan:
“Apa saja yang sudah termasuk dan apa saja yang belum termasuk dalam biaya umrah ini?”
Kenapa Harga Paket Umrah Bisa Berbeda-Beda?
Kalau kamu membandingkan beberapa biaya paket umroh, kamu akan mendapati range harga yang cukup lebar. Ini wajar, selama perbedaannya masuk akal.
Faktor utama yang membuat harga paket umrah berbeda:
- Lama Perjalanan
- Paket 9 hari vs 12 hari vs 15 hari
- Semakin lama, biaya hotel dan makan otomatis lebih tinggi
- Jarak dan Kualitas Hotel
- Hotel sangat dekat dengan Masjidil Haram / Nabawi → jauh lebih mahal
- Hotel sedikit lebih jauh → biaya bisa ditekan
- Musim Keberangkatan
- Ramadan, libur sekolah, dan akhir tahun → high season
- Di luar itu biasanya lebih murah
- Maskapai dan Rute
- Maskapai full service dengan direct flight → biasanya lebih mahal
- Rute dengan transit bisa lebih murah, tapi lebih melelahkan
- Fasilitas Tambahan
- City tour ekstra
- Layanan VIP (kursi roda, pendamping khusus, dsb.)
- Souvenir dan perlengkapan tambahan
Prinsipnya:
Semakin mewah, semakin dekat, semakin lama → semakin tinggi biaya umrah.
Tapi bukan berarti yang lebih terjangkau itu pasti jelek, selama transparan dan wajar.
Cara Menghitung Kebutuhan Dana Umrah Pribadi
Sekarang kita masuk ke bagian praktis: cara menghitung biaya umrah untuk diri sendiri.
1. Tentukan Kelas dan Tipe Paket yang Kamu Inginkan
Misalnya:
- Durasi sekitar 9–10 hari
- Tidak harus hotel paling dekat, yang penting masih nyaman
- Berangkat di luar musim puncak (bukan Ramadan / akhir tahun)
Dari sini, kamu bisa mencari referensi kisaran biaya paket umrah standar dari beberapa travel. Ambil rata-rata sebagai target.
Contoh (silakan sesuaikan nanti dengan kondisi pasar yang kamu tahu):
“Saya melihat beberapa paket umrah standar di kisaran sekian sampai sekian juta per orang.”
Itu bisa kamu jadikan patokan awal.
2. Tambahkan Biaya Pribadi dan Dana Cadangan
Selain biaya paket, biasanya ada pengeluaran pribadi seperti:
- Belanja oleh-oleh
- Makan/cemilan di luar fasilitas paket
- Beli kartu perdana atau kuota internet lokal
- Laundry dan keperluan kecil lainnya
Idealnya, tambahkan 10–20% dari biaya paket sebagai buffer atau dana cadangan untuk kebutuhan seperti ini, atau bisa juga menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
3. Hitung Total dan Jadikan Target Tabungan
Jika biaya paket + biaya pribadi sudah terbayang, kamu bisa tulis:
Total kebutuhan dana umrah sekitar: Rp X per orang.
Inilah angka yang akan kamu kejar dengan tabungan.
Tips Menyesuaikan Budget Tanpa Mengorbankan Ibadah
Kalau angka total terasa berat, jangan langsung putus asa. Coba lihat dulu apa saja yang bisa disesuaikan.
1. Pilih Waktu Keberangkatan di Luar Musim Puncak
Umrah di bulan Ramadan atau saat liburan panjang memang istimewa, tapi:
- Tiket lebih mahal
- Hotel lebih mahal
- Keramaian lebih tinggi
Kalau fokus kamu adalah umrah pertama kali dan ingin biaya lebih ringan, memilih waktu di luar high season bisa menghemat cukup banyak.
2. Pertimbangkan Hotel Tidak Harus Paling Dekat
Hotel yang sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi harganya jauh lebih tinggi.
Jika fisik masih kuat:
- Hotel yang sedikit lebih jauh tapi tetap dalam jarak jalan kaki bisa jadi pilihan lebih hemat
- Pastikan saja akses transportasi dan keamanan tetap baik
3. Sesuaikan Durasi Perjalanan
Paket 12–15 hari tentu menyenangkan karena bisa lebih lama di Tanah Suci. Namun, jika biaya umrah menjadi berat, mempertimbangkan paket 9–10 hari mungkin lebih realistis.
Yang paling penting bukan lamanya hari, tapi kualitas ibadah selama di sana.
4. Kurangi Pengeluaran untuk Hal yang Tidak Wajib
Misalnya:
- Oleh-oleh bisa diatur secukupnya
- Tidak harus belanja di setiap kesempatan
- Fokus pada ibadah, bukan “tour belanja”
Dengan begitu, dana yang terkumpul bisa lebih fokus pada komponen utama: tiket, hotel, visa, dan layanan ibadah.
Strategi Menabung Biaya Umrah Secara Realistis
Setelah tahu biaya umrah berapa dan bagaimana menyesuaikan budget, langkah berikutnya adalah: menabung.
1. Ubah Angka Besar Jadi Cicilan Kecil
Misalnya:
- Total kebutuhan dana umrah (misal): Rp XX.000.000
- Waktu target: 3 tahun (36 bulan)
Kamu bisa bagi:
Dana umrah ÷ 36 bulan = tabungan bulanan
Dengan cara ini, angka besar yang tadinya terasa “mustahil” berubah jadi cicilan kecil yang lebih masuk akal.
2. Buat Rekening Khusus Tabungan Umrah
Agar lebih disiplin:
- Buat rekening terpisah khusus tabungan umrah
- Otomatisasi setoran bulanan kalau memungkinkan
- Anggap saja seperti “cicilan ke Tanah Suci”
Semakin terpisah dan disiplin, semakin besar peluang tercapai.
3. Libatkan Keluarga dalam Perencanaan
Kalau berangkat bersama pasangan atau keluarga:
- Diskusikan target dan kemampuan masing-masing
- Sepakati nominal tabungan bulanan
- Saling mengingatkan agar konsisten
Dengan satu visi, insyaa Allah perjalanan mengumpulkan biaya umrah jadi lebih ringan.
Hindari Jebakan Paket Umrah Murah Tidak Masuk Akal
Saat mencari informasi biaya umrah, kamu mungkin menemukan:
“Paket umrah murah, semua termasuk, harga sangat miring.”
- Hati-hati jika:
- Harga sangat jauh di bawah rata-rata pasar
- Fasilitas terdengar terlalu “wah” untuk harga yang ditawarkan
- Legalitas travel tidak jelas
- Cara pembayaran tidak transparan
Ingat:
Umrah menyangkut ibadah dan uang yang tidak sedikit.
Pilih travel yang jelas, legalitasnya rapi, dan komunikasinya terbuka.
Ke depan, insyaa Allah ayoumrah.com ingin membantu jamaah dengan menampilkan informasi paket umrah dari travel-travel terpercaya secara lebih transparan.
Penutup: Biaya Umrah Bukan Untuk Ditakuti, Tapi Untuk Direncanakan
Setelah memahami komponen dan cara menghitung biaya umrah, semoga:
- Kamu tidak lagi melihat umrah sebagai sesuatu yang “mustahil”
- Kamu punya gambaran jelas berapa yang perlu dikumpulkan
- Kamu bisa mulai menabung dengan target yang realistis
Umrah bukan hanya untuk orang yang sudah sangat kaya.
Dengan niat yang benar, ilmu yang cukup, dan perencanaan yang terukur, insyaa Allah jalan menuju Baitullah akan Allah mudahkan.
Jika kamu ingin melanjutkan, di ayoumrah.com kamu bisa:
- Membaca Panduan Umrah Lengkap untuk Pemula
- Mempelajari langkah demi langkah persiapan ibadah
- Ke depannya, membandingkan berbagai paket umrah dari travel resmi dan terpercaya




