Banyak muslim yang punya keinginan kuat untuk umrah, tapi bingung dari mana harus mulai.
Belum paham rukun umrah, belum tahu alur perjalanan, takut salah niat, takut salah gerakan tawaf dan sa’i.
Kalau itu yang sedang kamu rasakan, insyaa Allah artikel ini untuk kamu.
Di sini kita akan membahas panduan umrah lengkap untuk pemula dengan bahasa sederhana, langkah demi langkah:
Apa itu umrah dan apa bedanya dengan haji
Syarat dan rukun umrah yang harus dipenuhi
Persiapan sebelum berangkat umrah
Alur perjalanan umrah secara umum
Tata cara umrah dari niat, tawaf, sa’i, hingga tahallul
Adab dan tips praktis selama di Tanah Suci
Tujuannya: supaya ketika kamu benar-benar berangkat, kamu sudah punya gambaran yang jelas dan tidak canggung lagi, insyaa Allah.
Apa Itu Umrah dan Apa Bedanya dengan Haji?
Umrah secara sederhana adalah ibadah ke Baitullah (Ka’bah) yang terdiri dari beberapa amalan utama: ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul.
Perbedaan singkat antara umrah dan haji:
Waktu pelaksanaan:
Haji hanya bisa dilakukan pada bulan-bulan haji dan puncaknya di tanggal 8–13 Dzulhijjah.
Umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun (selama ada izin/aturan yang berlaku).
Rangkaian ibadah:
Haji punya rangkaian panjang: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, dan lain-lain.
Umrah rangkaiannya lebih pendek: ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul.
Karena itulah, banyak orang yang memulai dari umrah terlebih dulu sebelum Allah beri kesempatan haji.
Syarat dan Rukun Umrah yang Harus Diketahui
Sebelum memahami langkah-langkah teknis, penting untuk paham dulu syarat dan rukun umrah.
Syarat Umrah
Secara umum, syarat seseorang wajib umrah mirip dengan syarat ibadah lainnya:
Muslim
Berakal
Baligh
Mampu (secara fisik, finansial, dan keamanan)
Jika belum mampu, tidak berdosa. Tapi kalau sudah mampu, jangan sengaja menunda-nunda.
Rukun Umrah
Rukun adalah bagian ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Jika ditinggalkan, ibadahnya tidak sah.
Rukun umrah (ringkas):
Ihram (niat masuk umrah)
Tawaf (mengelilingi Ka’bah 7 putaran)
Sa’i (berjalan antara Shafa dan Marwah 7 kali)
Tahallul (mencukur atau memendekkan rambut)
Selama keempat rukun ini dilakukan dengan benar, insyaa Allah umrah sah.
Persiapan Sebelum Berangkat Umrah
1. Persiapan Ilmu
Sebelum masuk ke teknis seperti koper, pakaian, dan lain-lain, yang paling penting adalah ilmu:
Pelajari rukun dan wajib umrah
Pahami garis besar perjalanan: dari Indonesia, miqat, Makkah, tawaf, sa’i, dll.
Pelajari beberapa doa dasar, tapi jangan terlalu terbebani menghafal. Yang penting tahu rukun dan tata caranya.
Kamu bisa membaca artikel seperti ini, ikut manasik, atau bertanya kepada ustadz/muthowif.
2. Persiapan Dokumen
Umumnya:
Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan, sesuai aturan yang berlaku)
Visa umrah (biasanya diurus oleh travel atau visa provider untuk umrah mandiri)
KTP, KK, dan dokumen pendukung lain sesuai permintaan travel
Buku vaksin atau persyaratan kesehatan (kalau sedang diwajibkan)
Pastikan semua dokumen lengkap sebelum keberangkatan.
3. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Tawaf dan sa’i adalah ibadah yang melibatkan jalan kaki cukup banyak. Karena itu:
Latih diri dengan berjalan kaki rutin sebelum berangkat
Jika punya penyakit tertentu, konsultasikan ke dokter terlebih dulu
Bawa obat-obatan pribadi
Bawa masker, vitamin, dan keperluan kesehatan lain
Umrah di usia muda dan saat fisik masih kuat tentu lebih ringan, tapi selama masih sehat, jangan berkecil hati.
4. Persiapan Barang Bawaan
Secara garis besar:
Pakaian ihram (untuk laki-laki): 2 helai kain putih tidak berjahit
Pakaian sehari-hari: gamis atau baju koko, baju yang sopan dan longgar, pakaian dalam secukupnya
Perlengkapan ibadah: sajadah ringan, tas kecil, botol air kecil
Perlengkapan pribadi: sandal yang nyaman, kaos kaki, jaket/cardigan tipis, kacamata hitam bila perlu
Toiletries: pastikan sebisa mungkin yang non-parfum atau tidak mengandung wewangian saat dalam keadaan ihram
Bawa secukupnya, jangan berlebihan. Ingat, kamu akan sering berpindah dan membawa koper.
Miqat: Titik Dimulainya Niat Umrah
Salah satu hal yang sering membuat jamaah pemula bingung adalah miqat.
Miqat adalah batas tempat/ waktu di mana jamaah harus sudah berniat ihram untuk umrah. Jika melewati miqat tanpa ihram, akan ada konsekuensi (dam).
Saat berangkat dengan pesawat bersama rombongan, biasanya:
Travel akan memberi tahu perkiraan waktu miqat di pesawat
Muthowif atau tour leader akan mengumumkan: kapan harus mulai memakai pakaian ihram (untuk laki-laki) dan kapan berniat
Untuk perempuan, pakaian sehari-hari yang sopan dan menutup aurat sudah cukup, tidak ada pakaian khusus seperti laki-laki
Penting: dengar instruksi dari muthowif / tour leader, karena mereka mengikuti aturan miqat yang sesuai dengan rute penerbangan.
Tata Cara Umrah Langkah demi Langkah (Ringkas dan Praktis)
Berikut ini alur umrah yang umum dan sederhana untuk pemula:
Ihram dan niat umrah
Masuk Makkah dan menuju Masjidil Haram
Tawaf mengelilingi Ka’bah
Shalat sunnah setelah tawaf
Sa’i antara Shafa dan Marwah
Tahallul (mencukur atau memendekkan rambut)
Setelah tahallul, umrah selesai dan kamu keluar dari ihram.
1. Ihram dan Niat Umrah
Untuk laki-laki:
Mandi/bersih-bersih sebelum ihram
Memakai kain ihram (2 helai putih tidak berjahit)
Tidak memakai pakaian berjahit, tidak memakai penutup kepala yang menempel
Untuk perempuan:
Tidak ada pakaian khusus ihram, cukup pakaian yang menutup aurat, longgar, dan sopan
Tidak menutup wajah dan telapak tangan secara khusus sebagai bagian ihram (kecuali mengikuti pendapat tertentu, ikuti bimbingan ustadz/muthowif)
Niat umrah dilakukan di miqat atau sebelum melewatinya. Bacaan niat, kamu bisa ikuti muthowif. Intinya adalah menghadirkan niat dalam hati untuk umrah.
Setelah niat, kamu masuk keadaan ihram, yang artinya ada beberapa larangan ihram, seperti:
Memotong kuku, mencukur rambut
Menggunakan wangi-wangian khusus
Suami-istri tidak melakukan hubungan intim, dan beberapa larangan lain yang dijelaskan saat manasik
2. Masuk Makkah dan Menuju Masjidil Haram
Biasanya setelah tiba di Makkah dan check-in hotel (atau langsung dari bus), rombongan akan diarahkan untuk melakukan tawaf umrah.
Saat memasuki Masjidil Haram:
Masuk dengan tenang, baca doa masuk masjid
Ketika pertama kali melihat Ka’bah, banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa, karena itu momen sangat istimewa
Jangan terburu-buru, tarik napas dalam-dalam, dan nikmati momen itu. Banyak yang menitikkan air mata di sini.
3. Tawaf Mengelilingi Ka’bah 7 Putaran
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri kita.
Hal penting:
Mulai dari garis sejajar Hajar Aswad
Setiap melewati Hajar Aswad, bisa mengangkat tangan dan mengucap takbir
Lakukan dengan tenang, tidak perlu memaksakan diri untuk menyentuh Ka’bah atau Hajar Aswad jika kondisi sangat ramai
Banyak jamaah pemula takut salah membaca doa. Padahal:
Inti tawaf adalah dzikir dan doa.
Kalau kamu tidak hafal doa khusus di setiap putaran, kamu boleh:
Membaca doa yang kamu mampu
Baca shalawat
Baca istighfar
Berdoa dalam bahasa apapun, termasuk bahasa Indonesia
Yang penting, jangan sibuk dengan buku sampai lupa khusyuk. Fokus pada hati dan doa.
4. Shalat Sunnah Setelah Tawaf
Setelah selesai 7 putaran, disunnahkan shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika memungkinkan), atau di tempat lain di Masjidil Haram yang memungkinkan.
Shalat seperti shalat biasa, disunnahkan untuk membaca Surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu, banyak jamaah minum air zamzam dan berdoa.
5. Sa’i antara Shafa dan Marwah
Setelah tawaf dan shalat sunnah, berikutnya adalah sa’i: berjalan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali (dari Shafa ke Marwah dihitung 1, Marwah ke Shafa 2, dan seterusnya).
Alurnya:
Naik ke area Shafa (atau titik yang ditandai), niat sa’i umrah
Berjalan menuju Marwah
Di area tertentu (lampu hijau), laki-laki dianjurkan berlari kecil (perempuan cukup berjalan)
Sampai Marwah = 1 putaran, kemudian kembali ke Shafa
Total 7 kali: berakhir di Marwah
Seperti tawaf, kamu bisa:
Membaca doa yang dianjurkan
Berdoa dengan bahasa sendiri
Banyak berdzikir, beristighfar, dan bershalawat
Sa’i cukup menguras tenaga, jadi jalan sesuai kemampuan, jangan memaksakan kecepatan.
6. Tahallul: Mencukur atau Memendekkan Rambut
Setelah sa’i, rukun terakhir adalah tahallul.
Laki-laki:
Dianjurkan mencukur habis (gundul)
Boleh juga memendekkan seluruh rambut (bukan cuma sebagian)
Perempuan:
Memotong sedikit ujung rambut (umumnya seujung ruas jari) dari seluruh bagian rambut, atau diwakilkan dengan memotong kumpulan ujung rambut secara merata
Setelah tahallul:
Kamu keluar dari ihram.
Larangan-larangan ihram sudah tidak berlaku.
Umrah kamu insyaa Allah sudah selesai.
Adab dan Tips Praktis Selama Umrah untuk Pemula
Berikut beberapa tips agar umrah pertama kamu lebih tenang:
1. Fokus ke Ibadah, Kurangi Distraksi
Jangan terlalu sibuk dengan foto dan video, terutama di area ibadah
Gunakan gadget seperlunya
Ingat tujuan utama: mendekat kepada Allah
2. Jaga Kesabaran dan Akhlak
Di Tanah Suci:
Jamaah datang dari berbagai negara, karakter, dan budaya
Berdesakan itu biasa, tersenggol orang lain itu biasa
Latih diri untuk sabar dan mengalah
Jangan sampai panas hati, marah-marah, atau memaki di tempat yang sangat mulia ini.
3. Jaga Kesehatan
Minum air yang cukup (termasuk air zamzam)
Gunakan sandal yang nyaman
Jangan memaksakan diri tawaf dan sa’i berkali-kali jika fisik tidak kuat
Jika sakit, jangan ragu melapor ke muthowif atau petugas
4. Manfaatkan Waktu di Masjid
Baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi:
Perbanyak shalat berjamaah
Banyak membaca Al-Qur’an
Berdoa untuk diri sendiri, keluarga, dan kaum muslimin
Jika memungkinkan, pelajari juga adab-adab di Raudhah (Madinah) dan ziarah ke makam Nabi ﷺ melalui pembimbing
Penutup: Umrah Bukan Untuk Ditakuti, Tapi Dipersiapkan
Setelah membaca panduan umrah lengkap untuk pemula ini, semoga:
Kamu tidak lagi terlalu takut “salah gerakan”
Kamu punya gambaran jelas dari niat sampai tahallul
Kamu merasa lebih siap secara ilmu, meski belum berangkat hari ini
Yang paling penting: mulai dari niat dan ilmu.
Setelah itu, susun rencana biaya dan waktu keberangkatan.
Langkah kecil yang kamu ambil hari ini bisa menjadi awal perjalanan besar menuju Baitullah.
Jika kamu ingin melanjutkan belajar:
Baca juga artikel: “Biaya Umrah: Cara Menghitung & Menyesuaikan Budget” untuk memahami perencanaan keuangan
Baca artikel: “Kenapa Harus Umrah Sekarang, Bukan Nanti?” untuk menguatkan niat dan mengurangi rasa menunda-nunda
Semoga Allah mudahkan langkahmu menuju Tanah Suci. 🤍




