Panduan Umrah Lengkap untuk Pemula: Dari Niat Sampai Pulang ke Tanah Air

Picture of Author
Author

ayoumrah.com

Banyak muslim yang punya keinginan kuat untuk umrah, tapi bingung dari mana harus mulai.
Belum paham rukun umrah, belum tahu alur perjalanan, takut salah niat, takut salah gerakan tawaf dan sa’i.

Kalau itu yang sedang kamu rasakan, insyaa Allah artikel ini untuk kamu.
Di sini kita akan membahas panduan umrah lengkap untuk pemula dengan bahasa sederhana, langkah demi langkah:

  • Apa itu umrah dan apa bedanya dengan haji

  • Syarat dan rukun umrah yang harus dipenuhi

  • Persiapan sebelum berangkat umrah

  • Alur perjalanan umrah secara umum

  • Tata cara umrah dari niat, tawaf, sa’i, hingga tahallul

  • Adab dan tips praktis selama di Tanah Suci

Tujuannya: supaya ketika kamu benar-benar berangkat, kamu sudah punya gambaran yang jelas dan tidak canggung lagi, insyaa Allah.


Apa Itu Umrah dan Apa Bedanya dengan Haji?

Umrah secara sederhana adalah ibadah ke Baitullah (Ka’bah) yang terdiri dari beberapa amalan utama: ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul.

Perbedaan singkat antara umrah dan haji:

  • Waktu pelaksanaan:

    • Haji hanya bisa dilakukan pada bulan-bulan haji dan puncaknya di tanggal 8–13 Dzulhijjah.

    • Umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun (selama ada izin/aturan yang berlaku).

  • Rangkaian ibadah:

    • Haji punya rangkaian panjang: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, dan lain-lain.

    • Umrah rangkaiannya lebih pendek: ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul.

Karena itulah, banyak orang yang memulai dari umrah terlebih dulu sebelum Allah beri kesempatan haji.


Syarat dan Rukun Umrah yang Harus Diketahui

Sebelum memahami langkah-langkah teknis, penting untuk paham dulu syarat dan rukun umrah.

Syarat Umrah

Secara umum, syarat seseorang wajib umrah mirip dengan syarat ibadah lainnya:

  • Muslim

  • Berakal

  • Baligh

  • Mampu (secara fisik, finansial, dan keamanan)

Jika belum mampu, tidak berdosa. Tapi kalau sudah mampu, jangan sengaja menunda-nunda.


Rukun Umrah

Rukun adalah bagian ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Jika ditinggalkan, ibadahnya tidak sah.

Rukun umrah (ringkas):

  1. Ihram (niat masuk umrah)

  2. Tawaf (mengelilingi Ka’bah 7 putaran)

  3. Sa’i (berjalan antara Shafa dan Marwah 7 kali)

  4. Tahallul (mencukur atau memendekkan rambut)

Selama keempat rukun ini dilakukan dengan benar, insyaa Allah umrah sah.


Persiapan Sebelum Berangkat Umrah

1. Persiapan Ilmu

Sebelum masuk ke teknis seperti koper, pakaian, dan lain-lain, yang paling penting adalah ilmu:

  • Pelajari rukun dan wajib umrah

  • Pahami garis besar perjalanan: dari Indonesia, miqat, Makkah, tawaf, sa’i, dll.

  • Pelajari beberapa doa dasar, tapi jangan terlalu terbebani menghafal. Yang penting tahu rukun dan tata caranya.

Kamu bisa membaca artikel seperti ini, ikut manasik, atau bertanya kepada ustadz/muthowif.


2. Persiapan Dokumen

Umumnya:

  • Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan, sesuai aturan yang berlaku)

  • Visa umrah (biasanya diurus oleh travel atau visa provider untuk umrah mandiri)

  • KTP, KK, dan dokumen pendukung lain sesuai permintaan travel

  • Buku vaksin atau persyaratan kesehatan (kalau sedang diwajibkan)

Pastikan semua dokumen lengkap sebelum keberangkatan.


3. Persiapan Fisik dan Kesehatan

Tawaf dan sa’i adalah ibadah yang melibatkan jalan kaki cukup banyak. Karena itu:

  • Latih diri dengan berjalan kaki rutin sebelum berangkat

  • Jika punya penyakit tertentu, konsultasikan ke dokter terlebih dulu

  • Bawa obat-obatan pribadi

  • Bawa masker, vitamin, dan keperluan kesehatan lain

Umrah di usia muda dan saat fisik masih kuat tentu lebih ringan, tapi selama masih sehat, jangan berkecil hati.


4. Persiapan Barang Bawaan

Secara garis besar:

  • Pakaian ihram (untuk laki-laki): 2 helai kain putih tidak berjahit

  • Pakaian sehari-hari: gamis atau baju koko, baju yang sopan dan longgar, pakaian dalam secukupnya

  • Perlengkapan ibadah: sajadah ringan, tas kecil, botol air kecil

  • Perlengkapan pribadi: sandal yang nyaman, kaos kaki, jaket/cardigan tipis, kacamata hitam bila perlu

  • Toiletries: pastikan sebisa mungkin yang non-parfum atau tidak mengandung wewangian saat dalam keadaan ihram

Bawa secukupnya, jangan berlebihan. Ingat, kamu akan sering berpindah dan membawa koper.


Miqat: Titik Dimulainya Niat Umrah

Salah satu hal yang sering membuat jamaah pemula bingung adalah miqat.

Miqat adalah batas tempat/ waktu di mana jamaah harus sudah berniat ihram untuk umrah. Jika melewati miqat tanpa ihram, akan ada konsekuensi (dam).

Saat berangkat dengan pesawat bersama rombongan, biasanya:

  • Travel akan memberi tahu perkiraan waktu miqat di pesawat

  • Muthowif atau tour leader akan mengumumkan: kapan harus mulai memakai pakaian ihram (untuk laki-laki) dan kapan berniat

  • Untuk perempuan, pakaian sehari-hari yang sopan dan menutup aurat sudah cukup, tidak ada pakaian khusus seperti laki-laki

Penting: dengar instruksi dari muthowif / tour leader, karena mereka mengikuti aturan miqat yang sesuai dengan rute penerbangan.


Tata Cara Umrah Langkah demi Langkah (Ringkas dan Praktis)

Berikut ini alur umrah yang umum dan sederhana untuk pemula:

  1. Ihram dan niat umrah

  2. Masuk Makkah dan menuju Masjidil Haram

  3. Tawaf mengelilingi Ka’bah

  4. Shalat sunnah setelah tawaf

  5. Sa’i antara Shafa dan Marwah

  6. Tahallul (mencukur atau memendekkan rambut)

Setelah tahallul, umrah selesai dan kamu keluar dari ihram.


1. Ihram dan Niat Umrah

Untuk laki-laki:

  • Mandi/bersih-bersih sebelum ihram

  • Memakai kain ihram (2 helai putih tidak berjahit)

  • Tidak memakai pakaian berjahit, tidak memakai penutup kepala yang menempel

Untuk perempuan:

  • Tidak ada pakaian khusus ihram, cukup pakaian yang menutup aurat, longgar, dan sopan

  • Tidak menutup wajah dan telapak tangan secara khusus sebagai bagian ihram (kecuali mengikuti pendapat tertentu, ikuti bimbingan ustadz/muthowif)

Niat umrah dilakukan di miqat atau sebelum melewatinya. Bacaan niat, kamu bisa ikuti muthowif. Intinya adalah menghadirkan niat dalam hati untuk umrah.

Setelah niat, kamu masuk keadaan ihram, yang artinya ada beberapa larangan ihram, seperti:

  • Memotong kuku, mencukur rambut

  • Menggunakan wangi-wangian khusus

  • Suami-istri tidak melakukan hubungan intim, dan beberapa larangan lain yang dijelaskan saat manasik


2. Masuk Makkah dan Menuju Masjidil Haram

Biasanya setelah tiba di Makkah dan check-in hotel (atau langsung dari bus), rombongan akan diarahkan untuk melakukan tawaf umrah.

Saat memasuki Masjidil Haram:

  • Masuk dengan tenang, baca doa masuk masjid

  • Ketika pertama kali melihat Ka’bah, banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa, karena itu momen sangat istimewa

Jangan terburu-buru, tarik napas dalam-dalam, dan nikmati momen itu. Banyak yang menitikkan air mata di sini.


3. Tawaf Mengelilingi Ka’bah 7 Putaran

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri kita.

Hal penting:

  • Mulai dari garis sejajar Hajar Aswad

  • Setiap melewati Hajar Aswad, bisa mengangkat tangan dan mengucap takbir

  • Lakukan dengan tenang, tidak perlu memaksakan diri untuk menyentuh Ka’bah atau Hajar Aswad jika kondisi sangat ramai

Banyak jamaah pemula takut salah membaca doa. Padahal:

Inti tawaf adalah dzikir dan doa.
Kalau kamu tidak hafal doa khusus di setiap putaran, kamu boleh:

  • Membaca doa yang kamu mampu

  • Baca shalawat

  • Baca istighfar

  • Berdoa dalam bahasa apapun, termasuk bahasa Indonesia

Yang penting, jangan sibuk dengan buku sampai lupa khusyuk. Fokus pada hati dan doa.


4. Shalat Sunnah Setelah Tawaf

Setelah selesai 7 putaran, disunnahkan shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika memungkinkan), atau di tempat lain di Masjidil Haram yang memungkinkan.

Shalat seperti shalat biasa, disunnahkan untuk membaca Surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu, banyak jamaah minum air zamzam dan berdoa.


5. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Setelah tawaf dan shalat sunnah, berikutnya adalah sa’i: berjalan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali (dari Shafa ke Marwah dihitung 1, Marwah ke Shafa 2, dan seterusnya).

Alurnya:

  1. Naik ke area Shafa (atau titik yang ditandai), niat sa’i umrah

  2. Berjalan menuju Marwah

  3. Di area tertentu (lampu hijau), laki-laki dianjurkan berlari kecil (perempuan cukup berjalan)

  4. Sampai Marwah = 1 putaran, kemudian kembali ke Shafa

  5. Total 7 kali: berakhir di Marwah

Seperti tawaf, kamu bisa:

  • Membaca doa yang dianjurkan

  • Berdoa dengan bahasa sendiri

  • Banyak berdzikir, beristighfar, dan bershalawat

Sa’i cukup menguras tenaga, jadi jalan sesuai kemampuan, jangan memaksakan kecepatan.


6. Tahallul: Mencukur atau Memendekkan Rambut

Setelah sa’i, rukun terakhir adalah tahallul.

  • Laki-laki:

    • Dianjurkan mencukur habis (gundul)

    • Boleh juga memendekkan seluruh rambut (bukan cuma sebagian)

  • Perempuan:

    • Memotong sedikit ujung rambut (umumnya seujung ruas jari) dari seluruh bagian rambut, atau diwakilkan dengan memotong kumpulan ujung rambut secara merata

Setelah tahallul:

Kamu keluar dari ihram.
Larangan-larangan ihram sudah tidak berlaku.
Umrah kamu insyaa Allah sudah selesai.


Adab dan Tips Praktis Selama Umrah untuk Pemula

Berikut beberapa tips agar umrah pertama kamu lebih tenang:

1. Fokus ke Ibadah, Kurangi Distraksi

  • Jangan terlalu sibuk dengan foto dan video, terutama di area ibadah

  • Gunakan gadget seperlunya

  • Ingat tujuan utama: mendekat kepada Allah


2. Jaga Kesabaran dan Akhlak

Di Tanah Suci:

  • Jamaah datang dari berbagai negara, karakter, dan budaya

  • Berdesakan itu biasa, tersenggol orang lain itu biasa

  • Latih diri untuk sabar dan mengalah

Jangan sampai panas hati, marah-marah, atau memaki di tempat yang sangat mulia ini.


3. Jaga Kesehatan

  • Minum air yang cukup (termasuk air zamzam)

  • Gunakan sandal yang nyaman

  • Jangan memaksakan diri tawaf dan sa’i berkali-kali jika fisik tidak kuat

  • Jika sakit, jangan ragu melapor ke muthowif atau petugas


4. Manfaatkan Waktu di Masjid

Baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi:

  • Perbanyak shalat berjamaah

  • Banyak membaca Al-Qur’an

  • Berdoa untuk diri sendiri, keluarga, dan kaum muslimin

  • Jika memungkinkan, pelajari juga adab-adab di Raudhah (Madinah) dan ziarah ke makam Nabi ﷺ melalui pembimbing


Penutup: Umrah Bukan Untuk Ditakuti, Tapi Dipersiapkan

Setelah membaca panduan umrah lengkap untuk pemula ini, semoga:

  • Kamu tidak lagi terlalu takut “salah gerakan”

  • Kamu punya gambaran jelas dari niat sampai tahallul

  • Kamu merasa lebih siap secara ilmu, meski belum berangkat hari ini

Yang paling penting: mulai dari niat dan ilmu.
Setelah itu, susun rencana biaya dan waktu keberangkatan.
Langkah kecil yang kamu ambil hari ini bisa menjadi awal perjalanan besar menuju Baitullah.

Jika kamu ingin melanjutkan belajar:

Semoga Allah mudahkan langkahmu menuju Tanah Suci. 🤍

Artikel Lainnya

Kenapa Harus Umrah Sekarang?

Umrah adalah perjalanan spiritual yang penuh makna, namun sering tertunda. Artikel ini menjelaskan mengapa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Dengan kemudahan yang ada, umrah menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Temukan alasan mengapa momen ini tak boleh dilewatkan.

Baca Selengkapnya »